Patung kadal yang viral memicu perbincangan di Indonesia tentang monumen yang 'terlalu mahal' dan 'jelek'
PULITOTO NEWS-}Patung biawak yang dibangun oleh pemerintah Wonosobo di Jawa Tengah baru-baru ini menjadi viral karena realismenya yang mencolok dan anggaran pembangunannya yang sangat rendah, memicu perdebatan daring yang meluas mengenai monumen kota lainnya yang oleh banyak netizen dianggap "jelek" dan mahal. Monumen setinggi 7 meter itu menggambarkan biawak hitam besar dengan bintik-bintik kuning, bertengger di atas batu besar. Terletak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, patung itu dengan cepat menjadi tempat foto yang populer bagi penduduk setempat sejak selesai dibangun bulan lalu. Monumen itu dibuat oleh seniman lokal Rejo Arianto, lulusan Institut Seni Indonesia Surakarta, yang terkenal dengan karya seni publiknya di seluruh Wonosobo, termasuk beberapa yang dipamerkan di gedung-gedung pemerintah daerah.
Rejo dikenal terutama karena lukisannya, dan monumen kadal tersebut merupakan patung ketiga yang pernah dibuatnya dan yang pertama atas perintah pemerintah. Ia membuat monumen tersebut hanya dalam waktu 1,5 bulan dengan bantuan anggota organisasi pemuda setempat, Karang Taruna. Proyek tersebut diselesaikan dengan anggaran yang tidak seberapa sebesar Rp 50 juta (US$3.100), yang didanai melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari badan usaha milik daerah (BUMD) Wonosobo. Rejo menjelaskan bahwa meskipun anggarannya terbatas, ia berhasil menyelesaikannya karena keinginannya untuk berkontribusi bagi kampung halamannya.

0 Komentar